Dunia kerja terus berubah, dan lulusan yang dibutuhkan pun bukan sekadar pemegang gelar. Dengan semangat itu, Universitas Pertamina menyambut 140 mahasiswa baru jenjang pascasarjana pada 21 September 2026. Penyambutan ini menegaskan arah kampus dalam mengembangkan pendidikan magister yang relevan dengan industri, teknologi, dan tantangan pembangunan berkelanjutan.
Komposisi Mahasiswa Baru
Dari total 140 mahasiswa, sebanyak 92 orang bergabung di Program Magister Manajemen dan 48 orang di Program Magister Sains. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya UPER memperkuat pendidikan pascasarjana yang tidak berhenti di ruang akademik, tetapi juga menjawab kebutuhan nyata dunia kerja.
Pesan Rektor: Ilmu Harus Berdampak
Dalam sambutannya, Rektor Universitas Pertamina menekankan bahwa kuliah pascasarjana bukan hanya soal kualifikasi akademik yang lebih tinggi. Jenjang ini juga bertujuan memperkuat kompetensi, kapasitas kepemimpinan, jejaring profesional, dan kemampuan menghasilkan solusi berbasis pengetahuan.
Menurut Rektor, mahasiswa diharapkan tidak hanya fokus menyelesaikan tugas, penelitian, dan tesis demi meraih gelar. Pengetahuan yang dikembangkan perlu diarahkan untuk memecahkan persoalan nyata dan menghasilkan dampak. Ia menyoroti bahwa tantangan industri kian kompleks, mulai dari transformasi teknologi dan transisi energi hingga masalah sosial dan lingkungan. Karena itu, pendidikan pascasarjana perlu menumbuhkan cara berpikir kritis, pengambilan keputusan berbasis bukti, dan kolaborasi lintas disiplin.
Kurikulum 36 SKS dengan Pembelajaran Hybrid
Komitmen tersebut diwujudkan lewat pengembangan kurikulum pascasarjana menjadi 36 satuan kredit semester (SKS) dengan skema hybrid. Model ini dirancang agar belajar lebih fleksibel dan sesuai kebutuhan para profesional, namun kedalaman akademik dan mutu pembelajaran tetap terjaga.
Wawasan dari Pertamina: Inovasi Biofuel
Dalam acara yang sama, mahasiswa mendengarkan paparan Hana Timoti, Senior Vice President Technology Innovation & Implementation PT Pertamina (Persero). Materinya bertajuk “Shaping Indonesia’s Future: The Role of Knowledge, Innovation, and Leadership in Sustainable Transformation”.
Hana menjelaskan bahwa transformasi sektor energi memerlukan keseimbangan antara ketahanan energi, keterjangkauan, dan keberlanjutan. Pertamina menjalankan sejumlah strategi untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengembangkan bisnis rendah karbon.
Salah satu inovasi yang terus dikembangkan adalah biofuel, meliputi FAME, bioetanol, Hydrotreated Vegetable Oil (HVO), dan Sustainable Aviation Fuel (SAF). Pengembangannya memanfaatkan sumber daya dalam negeri, seperti tebu, sorgum, jagung, singkong, aren, minyak jelantah, serta limbah pertanian dan perkotaan sebagai bahan baku energi berkelanjutan.
Kolaborasi Pentahelix
Rektor menilai paparan tersebut menunjukkan pentingnya hubungan antara perguruan tinggi dan industri. Transformasi energi menuntut kemampuan teknologi, kepemimpinan, kemampuan manajerial, pendekatan lintas disiplin, dan kerja sama banyak pihak.
Semangat kolaborasi ini juga tampak pada pengembangan ekosistem bioenergi. Pertamina menggunakan pendekatan pentahelix untuk mengatasi berbagai tantangan, mulai dari ketersediaan bahan baku, teknologi dan infrastruktur, kelayakan teknis, regulasi, hingga pembentukan pasar bioenergi.
Kontribusi pada SDGs dan Asta Cita
Pendidikan yang terhubung dengan industri ini mendukung SDG 4 (Pendidikan Bermutu), SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), dan SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim). Dari sisi nasional, upaya ini sejalan dengan Asta Cita ke-4 tentang penguatan sumber daya manusia, sains, teknologi, dan pendidikan, serta Asta Cita ke-5 tentang hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. Semua ini menjadi bagian dari semangat UPER Berdampak.
Dua Program Pascasarjana UPER
Saat ini UPER memiliki dua program pascasarjana. Magister Manajemen menawarkan konsentrasi Manajemen Risiko dan Keuangan Keberlanjutan. Adapun Master of Science in Sustainability menyediakan peminatan Green Technology dan Nature-Based Solutions dengan pembelajaran hybrid. Keduanya dirancang untuk memperkuat kompetensi profesional, kepemimpinan, dan kemampuan menjawab tantangan industri serta keberlanjutan.
Siap Melangkah ke Jenjang Berikutnya?
Jika kamu ingin meningkatkan karier lewat pendidikan yang dekat dengan industri dan berorientasi pada dampak, mulailah menyiapkan langkahmu sekarang. Tentukan program studi yang sesuai tujuanmu, lengkapi persyaratannya, lalu selesaikan Pendaftaran Universitas Pertamina untuk menjadi bagian dari komunitas pembelajar yang siap menghadirkan solusi.
